Ketika kubuka kelopak mataku kala rinai hujan menyapa.
Kilauan cahaya berkilatan.
Banyak bibir meluncurkan pepatah bahwa mata adalah jendela hati.
Ya.
Mataku berkaca-kaca... sayu malah.
Aku tak tahu mataku ingin berbicara apa.
Hati ini memaksa mataku untuk mengatakan jeritannya.
Dari semalam ia menjerit.
Jeritan yang ada dari dalam hati.
Melihat bola matamu,
aku benar-benar merindumu.
Matamu yang memancarkan sesuatu ketika aku melihatnya.
Sipit.
Tetapi terkesan menarik.
Ah,
jangan tertawa.
Aku serius.
Dan jangan salahkan aku jika aku mencarimu...
Sekarang!