Kamis, 20 Maret 2014

Sanubari dan Sukma

Kepada:
Sanubari
dan
Sukma

Kala sukma menyeruak dari kalbu,
yang aku tak tahu siapa yang mengguncangnya,
tertanyalah aku dalam hati.
Inikah cinta?

Kala sukma mengguncang dari kalbu,
yang aku tak tahu siapa yang berhasil membuat ia tergetar,
tertanyalah aku dalam hati.
Inikah cinta?

Kala sukma menusuk dari kalbu,
yang aku tak tahu siapa yang membuat ia berdarah,
tertanyalah aku dalam hati.
Inikah cinta?

Kala sukma menghangatkan kalbu,
yang aku tak tahu siapa yang mengguratkan semilir nan sejuk,
tertanyalah aku dalam hati.
Inikah cinta?

Minggu, 05 Januari 2014

BERTEMAN SEPI

Empat kata namun banyak perspektif dari masing-masing orang. Ada yang mengatakan kalau tanpa adanya sepi, kita tidak bisa memetik hikmah dari apa yang telah kita lakukan, terutama selama dua puluh empat jam. Baik jika kita merenungkan apa yang telah kita perbuat selama dua puluh empat jam ini. Apakah kita telah melakukan perbuatan yang sekiranya menurut kita baik atau... justru sebaliknya? Jawablah dalam hati masing-masing.

Namun, ada beberapa orang yang belum bisa berdamai dengan sepi. Jujur, termasuk saya. Saya kadang butuh sesuatu yang dapat membuat saya menjadi bersemangat lagi, tentu dengan berbagai cara. Entah dengan menggila bersama sahabat, curhat, chatting, atau hal-hal lain seperti mendengarkan musik. 

Tetapi, dari kedua hal tersebut, ada satu hal yang dapat kita simpulkan. Kesepian adalah magnet yang bisa menarik kita dalam keindahannya dan juga ada saatnya kita harus mengusir sang sepi dalam hidup kita karena kita bukan pertapa. Hidup kita, kendali di tangan kita. Jadi, selamat menyepi jika kau membutuhkannya. []

MELUPAKAN

Benar kata orang. Ada beberapa hal yang memang mudah diucapkan di dunia ini tetapi sulit untuk mengaplikasikannya. Seperti hal ini, melupakan. Mudahkah untuk melupakan? Mari kita berpikir dan merenung pada hati kita masing-masing. Lupa menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia berarti lepas dari ingatan, tidak dalam pikiran (ingatan) lagi. Simaklah definisi itu. Hmm... rupanya jika menyerapnya memang mudah untuk dilakukan. Cuma... ya itu tadi. Susah dilakukan. 

Kadang, ketika kita mencoba untuk melupakan sesuatu entah itu yang baik atau yang buruk, sering kita berkata: you are forgiven but not forgotten. Artinya, dalam proses melupakan pasti ada kaitannya dengan apa yang telah dilakukan sese-orang atau adanya memori dalam hidup kita. Orang tersebut pasti telah mematri memori sehingga membekas dalam hati kita. Entah memori-memori manis, asam, atau pahit yang pastinya akan memperkaya pengalaman kita dalam mengarungi hidup.

Nah, banyak orang bilang kalau melupakan butuh waktu dan proses. Apalagi kalau orang yang kita berusaha lupakan adalah orang yang membuat kesalahan yang sungguh berat. Terkhusus lagi... masalah cinta. Aduh! Hal yang membuat hidup kita penuh liku dengan berbagai masalah. That's what makes your life bittersweet.

Di sini, saya akan membahas melupakan karena hal yang 'satu' itu dan memang benar-benar terjadi dalam hidup saya. Tips yang diberikan sahabat saya, Veronica Widya, rupa-rupanya lumayan 'nampol' bahkan ada sedikit kemiripan dengan tips yang diberikan Dwitasari, yaitu jangan pernah kepo tentang hidup dia, entah di media sosial atau di mana pun, termasuk curhat dengan orang tentang kehidupannya.

Sekali kau coba untuk kepo, maka mungkin kamu hanya akan menggoreskan kepedihan di hatinya dan keluarlah kalimat ini, "Aku susah melupakannya!"

Ingatlah, "manusia adalah apa yang dipikirkannya". Sepertinya semacam su-gesti namun pepatah ini tepat untuk menyemangati kita mencapai apa yang kita mau. Jika kita berkata kita bisa melupakan orang itu, maka kita akan benar-benar melupakannya.

Selamat melupakan. []