Senin, 23 September 2013

NAKHODAMU KINI (Ketika Akhirnya Seorang Penumpang Menemukan Nakhodanya yang Baru)

Cinta.
Jangan pernah lagi kau sibakkan tirai itu.
Karena sekali kau sibakkan tirai di hadapanmu,
maka masa lalulah yang akan bersinar.

Mentari kemarin…
Maupun mentari yang terbit hari ini…
Akan tetap sama.
Berlalu dari singgasananya melalui jalur timur,
dan akan kembali ke singgasananya melalui jalur barat.

Langitpun masih sama.
Biru di kala terang,
dan kelam di kala gelap.

Mayapada yang akan kita arungi pun…
Takkan berubah.

Samudera yang akan kita jelajahi pun…
Masih membiru.

Cinta.
Tutuplah tirai itu.
Aku mohon, tutuplah.

Biar kubawa kau kembali mengarungi mayapada nan berpasak ini.
Tak kan kubiarkan kau tercebur kembali ke dalam tasik nan pedih ini.

Percayalah padaku.
Nakhodamu.
Kini.



Salatiga, 230913

Tidak ada komentar:

Posting Komentar