Aneh.
Kenapa kamu datang tiba-tiba di saat aku
tidak lagi mengagumi dirinya?
Memang. Aneh. Sangat aneh.
Kamu. Ya, kamu.
Kamu yang pertama kali kulihat.
Kamu yang pertama kali membuat aku
berubah,
bahwa masalah wajah tak penting.
Yang penting adalah pesona.
Ya. Pesonamu begitu langka.
Namun, entah kenapa pesonamu tak bisa
kusimpan?
Tiap malam, kau begitu sulit hadir
dalam setiap perjalananku,
Kala aku mulai mengarungi malam di
ranjangku.
Kau pun begitu baik.
Benakmu luas membentang.
Tak merasa jijik melihatku yang agak
sedikit berlebihan dalam menanggapi segala sesuatu.
Namun…
Kamu pun punya banyak agenda yang harus
kamu jalani.
Mulai dari evaluasi hasil kerja…
Hingga evaluasi hati bersamanya.
Ah. Sudahlah.
Tak ada gunanya meratap.
Biar kau kujadikan penyemangat di
setiap langkahku.
Meski… setiap kujelingkan mata ini,
Aku merasakan jalaran aneh.
Dari seseorang…
Yang tak tahu bagaimana harus
mengatakannya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar