Sabtu, 21 September 2013

UNTUK KAMU (YANG TERPAKSA) HARUS KUJADIKAN PENYEMANGAT

Aneh.
Kenapa kamu datang tiba-tiba di saat aku tidak lagi mengagumi dirinya?
Memang. Aneh. Sangat aneh.

Kamu. Ya, kamu.
Kamu yang pertama kali kulihat.
Kamu yang pertama kali membuat aku berubah,
bahwa masalah wajah tak penting.
Yang penting adalah pesona.

Ya. Pesonamu begitu langka.
Namun, entah kenapa pesonamu tak bisa kusimpan?
Tiap malam, kau begitu sulit hadir dalam setiap perjalananku,
Kala aku mulai mengarungi malam di ranjangku.

Kau pun begitu baik.
Benakmu luas membentang.
Tak merasa jijik melihatku yang agak sedikit berlebihan dalam menanggapi segala sesuatu.

Namun…
Kamu pun punya banyak agenda yang harus kamu jalani.
Mulai dari evaluasi hasil kerja…
Hingga evaluasi hati bersamanya.

Ah. Sudahlah.
Tak ada gunanya meratap.
Biar kau kujadikan penyemangat di setiap langkahku.

Meski… setiap kujelingkan mata ini,
Aku merasakan jalaran aneh.

Dari seseorang…

Yang tak tahu bagaimana harus mengatakannya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar